Peluang Usaha Bisnis Rumahan Modal Kecil untuk Sampingan contoh cv, contoh surat resmi, pertanyaan

Membuat Proposal Pengajuan Dana Usaha

Ambar Gunawan


Kendala terbesar dalam wirausaha bagi beberapa orang adalah keterbatasan modal. Keterbatasan modal atau dana menjadi momok yang menakutkan bagi para calon wirausahawan. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan mengajukan proposal pengajuan dana usaha. Di artikel ini nantinya akan dituliskan contoh proposal pengajuan dana usaha yang dibagi ke dalam beberapa poin penting.

Mengajukan proposal pengajuan dana usaha kepada calon investor memang gampang-gampang susah. Agar proposal bisa mendapatkan persetujuan, kita harus membuat proposal usaha sebaik mungkin. Dengan begitu, investor akan tertarik memberikan pinjaman modal bagi usaha yang akan kita jalani.

Contoh proposal pengajuan dana usaha

Langkah pertama yang mesti kita lakukan dalam memulai usaha kita adalah memilih jenis usaha. Banyak sekali jenis usaha yang bisa kita pilih, dari usaha di bidang kuliner, di bidang jasa, hingga di bidang UMKM. Berbagai jenis usaha ini bisa kita pilih dan sesuaikan dengan minat kita.

Jika sudah menentukan usaha yang akan dirintis dan jalani, barulah kita membuat proposal pengajuan dana usaha kepada calon investor. Berikut ini beberapa poin penting dalam mengajukan dana kepada calon investor.

1. Latar Belakang
Bagian penting pertama yang harus ada di proposal Anda adalah latar belakang. Di bagian ini kita harus menuliskan latar belakang dari usaha yang kita pilih dan kenapa kita memilih jenis usaha tersebut. Misalnya kita ingin usaha di bidang kuliner, tepatnya usaha rainbow cake. Jelaskan secara singkat sejarah dari rainbow cake, perkembangannya di Indonesia, hingga prospek ke depan dari usaha rainbow cake. Kemudian tuliskan alasan utama Anda kenapa memilih usaha rainbow cake sebagai usaha Anda. Latar belakang menjadi elemen penting dalam proposal pengajuan dana usaha, karena bagian ini menjadi pintu masuk dari proposal yang Anda buat.

2. Profil Usaha
Bagian penting selanjutnya adalah profil usaha yang akan kita jalani. Di bagian ini kita harus menjelaskan secara terperinci segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha kita. Misalnya kita ingin usaha di bidang distro, maka jelaskan usaha distro Anda tersebut mulai dari nama, alamat, produk yang dijual , kisaran harga, strategi pemasaran, dan lain-lain. Di bagian ini investor akan menilai apakah Anda bisa membuat business plan yang bagus atau tidak. Oleh karena itu, buatlah penjelasan mengenai profil usaha yang ingin dijalani dengan baik dan sejelas-jelasnya.

3. Rincian Dana
Selanjutnya adalah bagian terpenting, yaitu rincian dana yang diperlukan dalam usaha kita. Disini kita bisa menuliskan rinician kebutuhan dana yang diperlukan pada usaha yang akan dijalani. Tulis kebutuhan dan nominal yang dibutuhkan, misalnya seperti ini;


Biaya pembelian peralatan    :
RP5.000.000
Biaya sewa tempat                  :
Rp2.000.000
Biaya Produksi                          :
Rp5.000.000
Biaya Pemasaran                      :
Rp1.000.000

Tulis secara terperinci agar calon investor bisa mengkalkulasi dan menilai apakah usaha Anda layak diberikan pinjaman modal atau tidak. Agar lebih lengkap, tuliskan pula proyeksi pendapatan yang akan diperoleh dari usaha Anda tersebut.

Itu tadi contoh proposal pengajuan dana usaha yang dibagi ke dalam beberapa poin penting. Proposal yang dibuat dengan baik akan memberikan hasil yang baik pula.